Mengapa Analisis Bisnis Jadi Penting? Analisis Bisnis Delegasi Aja!

Edukasi Bisnis

March 20, 2024

Krisna Prihantoro

Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa sebuah bisnis harus susah payah melakukan analisis bisnis? Misalnya, menyusun laporan rugi laba perusahaan kemudian menganalisisnya secara mendalam. Lalu, apakah proses ini hanya penting untuk perusahaan besar atau juga relevan untuk bisnis kecil?

Dalam dunia bisnis yang dinamis dan kompetitif, analisis bukan sekadar alat bagi perusahaan besar untuk mengendalikan arah dan kesehatan finansialnya, tetapi juga merupakan sarana yang sama pentingnya bagi bisnis kecil untuk memahami pasar, persaingan, dan peluang pertumbuhan.

Melalui artikel ini, kita akan menjelajahi pentingnya analisis bisnis bagi berbagai skala usaha, menyoroti manfaatnya yang mendalam dalam membantu perusahaan, baik besar maupun kecil, untuk mengambil keputusan yang tepat dan meraih kesuksesan jangka panjang.

Apa Itu Analisis Bisnis?

Analisis bisnis adalah sebuah proses yang digunakan oleh perusahaan untuk memahami kebutuhan mereka dan menemukan solusi yang tepat. Ini dilakukan melalui penggunaan teknik khusus dan melibatkan berbagai langkah untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diperlukan. 

Dalam esensinya, analisis bisnis membantu perusahaan dalam mengidentifikasi apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan mereka dan bagaimana mereka bisa melakukannya dengan lebih efektif. Salah satu aspek utama dari analisis bisnis adalah identifikasi kebutuhan perusahaan. 

Ini melibatkan pemahaman baik kebutuhan internal maupun eksternal, seperti kebutuhan pelanggan, pasar, dan regulasi. Dengan memahami kebutuhan ini, perusahaan dapat membuat strategi yang sesuai.

Selain itu, analisis bisnis juga melibatkan penentuan solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Ini bisa melibatkan berbagai macam alternatif, termasuk perangkat lunak, data digital, atau bahkan perubahan organisasi seperti penyederhanaan prosedur atau pembuatan kebijakan baru. 

Selanjutnya, analisis bisnis juga dapat digunakan untuk memahami kinerja sebuah perusahaan. Dengan menganalisis data dan informasi yang ada, perusahaan dapat menilai seberapa baik usaha yang mereka lakukan dalam mencapai tujuan mereka. 

Pada dasarnya, sebagai pemilik bisnis, kamu harus melakukan analisis bisnis untuk memahami kebutuhan bisnismu dengan lebih baik, mengidentifikasi peluang dan tantangan yang ada, serta menemukan solusi yang tepat untuk memperbaiki kinerja dan mencapai tujuan bisnis yang kamu tetapkan.

Jenis-Jenis Analisis Bisnis

Terdapat beberapa jenis analisis bisnis yang umum digunakan, yang masing-masing memiliki tujuan dan pendekatan yang berbeda. Mari kita jelajahi lebih lanjut mengenai jenis-jenis analisis bisnis yang bisa kamu gunakan untuk menganalisis bisnismu!

Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif merupakan jenis analisis yang bertujuan untuk menggambarkan data historis yang dimiliki oleh perusahaan. Berdasarkan sebuah study, ini merupakan suatu analisis yang berupa pengumpulan, pengolahan, dan penyajian serta interpretasi data secara kuantitatif untuk membantu perusahaan untuk mengidentifikasi pola dan tren yang terjadi dalam data tersebut. 

Contohnya, kamu dapat menggunakan analisis deskriptif untuk melihat sejarah penjualan produk mereka dari waktu ke waktu dan mengidentifikasi pola peningkatan atau penurunan penjualan. Hasil analisis ini sering kali disajikan dalam bentuk grafik atau tabel yang mudah dipahami, sehingga memudahkanmu dalam pengambilan keputusan.

Analisis Prediktif

Analisis prediktif merupakan jenis analisis yang bertujuan untuk memprediksi kemungkinan kejadian di masa depan berdasarkan data historis. Dengan menggunakan teknik seperti pemodelan statistik dan algoritma machine learning, analisis prediktif membantu perusahaan untuk mengidentifikasi peluang dan risiko di masa depan. 

Sebagai contoh, kamu dapat menggunakan analisis prediktif untuk memprediksi permintaan produk di pasar atau untuk mengidentifikasi pelanggan yang berpotensi melakukan pembelian di masa mendatang. Dengan memahami kemungkinan kejadian di masa depan, kamu dapat membuat strategi yang lebih baik untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang.

Analisis Preskriptif

Analisis preskriptif merupakan jenis analisis yang bertujuan untuk memberikan rekomendasi tindakan kepada perusahaan berdasarkan hasil analisis data. Dengan menggunakan berbagai teknik statistik dan matematika, analisis preskriptif membantu perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih baik dan efektif. 

Misalnya, kamu dapat menggunakan analisis preskriptif untuk menentukan strategi pemasaran yang optimal berdasarkan data tentang preferensi dan perilaku pelanggan. Dengan menerapkan rekomendasi dari analisis preskriptif, kamu dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengoptimalkan kinerja bisnismu.

Kesulitan Bisnis Saat Melakukan Analisis Bisnis

Meskipun penting, melakukan analisis bisnis tidaklah mudah. Ada beberapa tantangan yang sering dihadapi oleh bisnis saat melakukan analisis:

Keterbatasan Sumber Daya

Bisnis, terutama yang kecil atau baru, sering kali menghadapi keterbatasan sumber daya saat melakukan analisis bisnis. Terbatasnya anggaran, personel, dan teknologi dapat menghambat kemampuan bisnis untuk melakukan analisis secara menyeluruh dan efektif.

Kurangnya Keterampilan

Analisis bisnis memerlukan keterampilan khusus, seperti pemahaman tentang data, statistik, dan teknik analisis yang kompleks. Namun, tidak semua bisnis atau individu memiliki keterampilan ini, yang dapat menyulitkan proses analisis dan menghasilkan kesimpulan yang akurat.

Kesulitan Mengumpulkan Data

Langkah awal dalam analisis bisnis adalah mengumpulkan data yang relevan dan berkualitas. Namun, bisnis sering menghadapi kesulitan dalam mendapatkan data yang dibutuhkan atau data yang tersedia tidak lengkap atau tidak akurat, yang dapat menghambat kemampuan mereka untuk membuat keputusan yang berdasarkan informasi yang tepat.

Kesulitan Menganalisis Data

Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah menganalisisnya untuk mengidentifikasi pola, tren, dan wawasan yang berguna. Namun, menganalisis data bukanlah tugas yang mudah dan sering kali memerlukan pemahaman yang mendalam tentang data dan teknik analisis yang tepat.

Baca juga: Delegasi: Sistem Cerdas untuk Analisis Bisnis

Tantangan Berkelanjutan

Selain tantangan-tantangan yang disebutkan di atas, bisnis juga menghadapi tantangan berkelanjutan dalam melakukan analisis bisnis. Lingkungan bisnis yang dinamis dan berkembang pesat memerlukan bisnis untuk terus memperbarui dan meningkatkan proses analisis mereka agar tetap relevan dan efektif.

Solusi Analisis Bisnis yang Praktis Bersama Delegasi

Meskipun ada banyak kesulitan dalam melakukan analisis bisnis, itu tidak berarti kamu harus melakukannya sendiri. Salah satu cara untuk mengatasi tantangan ini adalah dengan memanfaatkan asisten keuangan virtual Delegasi. 

Dari memaksimalkan keuntungan dari  menu yang memiliki margin dan penjualan yang tinggi melalui Menu Engineering hingga pengoptimalan penggunaan bahan baku dengan mengungkap selisih antara jumlah yang terpakai dan yang seharusnya dipakai sesuai dengan SOP, semuanya bisa dilakuakan dengan Delegasi!

FAQ

Apa perbedaan antara kwitansi dan invoice?

Kwitansi adalah dokumen yang menyatakan rekaman transaksi jual-beli sementara invoice merupakan dokumen tagihan pembayaran yang dibuat oleh penjual untuk pembeli. Kwitansi diberikan ketika pembeli sudah melunasi pembayaran sedangkan invoice diberikan ketika pembeli belum melakukan pembayaran.

Apakah nomor invoice penting?

Nomor invoice adalah bagian yang penting. Nomor ini terdiri dari sekumpulan angka unik sesuai dengan ketentuan perusahaan penerbit sesuai dengan urutan transaksi. Nomor invoice sangat berguna ketika kamu ingin melakukan pelacakan pembelian atau penjualan.

Siapa yang menerbitkan invoice?

Invoice diterbitkan oleh pihak yang menyediakan jasa atau barang. Dengan kata lain, invoice dibuat oleh penjual kemudian diserahkan kepada pembeli.

Kapan invoice dibuat?

Invoice dibuat oleh penjual sebagai dokumen tagihan. Oleh karena itu, invoice dibuat sebelum pembeli melakukan pembayaran. Invoice juga harus dibuat sebelum pembeli mengirim barang atau menyediakan jasa yang dibeli.