Cara Mencegah Masalah Finansial pada Bisnis

Edukasi Bisnis

March 14, 2024

Krisna Prihantoro

Masalah finansial bisa menjadi hambatan serius bagi bisnis. Meskipun terlihat baik-baik saja, bisnis bisa hancur dalam sekejap karena kurangnya pengelolaan keuangan yang baik. Untuk mencegah hal ini, penting untuk mengelola akuntansi dengan baik atau memanfaatkan jasa akuntan.

Jika kamu sedang membangun atau menjalankan bisnis, artikel ini akan memandumu untuk mengenal lebih jauh penyebab umum masalah finansial dan cara mencegahnya. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang masalah-masalah tersebut, kamu dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk melindungi bisnismu dari risiko-risiko keuangan yang tidak diinginkan.

Penyebab Umum Masalah Finansial pada Bisnis

Penyebab utama masalah finansial dalam bisnis bisa bervariasi, tetapi ada beberapa faktor kunci yang seringkali menjadi akar permasalahan. Dalam konteks ini, kita akan menjelaskan lima penyebab utama yang seringkali menjadi pemicu masalah finansial dalam bisnis.

1. Manajemen Arus Kas yang Buruk

Arus kas yang buruk merupakan penyebab umum masalah finansial dalam bisnis. Banyak bisnis yang mengalami kesulitan dalam mengelola aliran uang masuk dan keluar dengan baik. Meskipun bisnis tersebut mungkin menghasilkan keuntungan, tetapi jika arus kas tidak terkelola dengan baik, mereka bisa menghadapi masalah likuiditas yang serius. 

Ini dapat terjadi karena kurangnya pemantauan yang tepat terhadap arus kas, atau kegagalan dalam menyusun anggaran dan merencanakan pengeluaran. Manajemen arus kas yang buruk bisa mengakibatkan ketidakmampuan untuk membayar tagihan, memenuhi kewajiban keuangan, atau bahkan menutup bisnis secara keseluruhan.

2. Masalah dalam Manajemen Payroll

Payroll adalah sebuah sistem penggajian, mulai dari perhitungan hingga proses pembayarannya. Jika manajemen payroll tidak efisien, hal ini dapat menyebabkan pemborosan sumber daya dan mengganggu arus kas perusahaan. 

Misalnya, jika tidak ada sistem untuk melacak waktu yang dihabiskan untuk setiap proyek atau tugas, maka pengalokasian biaya tenaga kerja menjadi tidak akurat. Hal ini dapat menyebabkan perhitungan biaya produksi yang salah, mengakibatkan ketidakmampuan untuk menetapkan harga jual yang memadai.

3. Perekrutan Karyawan yang Tidak Efektif

Ketidakstabilan dalam tim dan tingginya tingkat pergantian karyawan dapat menjadi beban finansial yang signifikan bagi bisnis. Proses perekrutan yang tidak efektif atau kegagalan dalam mempertahankan karyawan yang berkinerja tinggi dapat mengakibatkan biaya tambahan dalam hal pelatihan ulang, penyelesaian proyek yang tertunda, atau layanan yang tidak konsisten. 

Selain itu, kehilangan karyawan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus juga dapat mengganggu operasional bisnis dan menghambat pertumbuhan jangka panjang.

4. Kurangnya Proses Standar dan Sistematis

Ketika setiap bagian dalam bisnis melakukan pekerjaannya tanpa mengikuti proses standar yang jelas, hal ini dapat mengakibatkan ketidakpastian, kesalahan, dan pemborosan sumber daya. Kurangnya proses yang terstandarisasi juga dapat membuat sulit untuk memantau dan mengukur kinerja finansial.

5. Pelaporan yang Tidak Tepat Waktu dan Tidak Akurat

Ketika laporan keuangan tidak disiapkan secara tepat waktu atau tidak akurat, hal ini dapat menyebabkan ketidakpastian dan keputusan yang kurang tepat. Kurangnya informasi yang dapat diandalkan dapat menghambat kemampuan manajemen untuk melacak kinerja keuangan, mengidentifikasi tren, dan membuat keputusan strategis yang tepat waktu. 

Selain itu, pelaporan yang tidak tepat waktu juga dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk mendeteksi masalah secara dini dan mengambil tindakan korektif yang diperlukan.

Langkah Untuk Mencegah Masalah Finansial Bisnis

Mencegah masalah finansial dalam bisnis memerlukan pendekatan yang holistik dan proaktif. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kamu ambil untuk mencegah masalah finansial pada bisnismu:

1. Manajemen Arus Kas yang Efektif

Lakukan perencanaan arus kas yang cermat dengan menyusun anggaran yang realistis dan memonitor arus kas secara teratur. Identifikasi sumber-sumber arus kas dan keluar yang dapat diprediksi, serta siapkan rencana cadangan untuk mengatasi kemungkinan ketidakseimbangan.

Pertimbangkan penggunaan solusi akuntansi untuk membantumu melacak dan mengelola arus kas dengan lebih efisien. Delegasi misalnya, memiliki kemampuan untuk menyajikan data laporan arus kas secara mudah dan praktis.

Baca juga: Manajemen Arus Kas Tanpa Pusing dengan Delegasi

2. Perbaiki Manajemen Payroll

Gunakan sistem manajemen payroll yang terintegrasi untuk memastikan pengeluaran yang berkaitan dengan tenaga kerja benar-benar tepat dan akurat. Tetapkan kebijakan yang jelas terkait waktu kerja dan pembayaran gaji, serta pastikan bahwa sistem tersebut diterapkan secara konsisten.

3. Kelola Karyawan Secara Efektif

Lakukan proses perekrutan yang cermat untuk memastikan bahwa karyawan yang direkrut memiliki keterampilan, pengalaman, dan nilai yang sesuai dengan kebutuhan dan budaya perusahaan.

Implementasikan strategi retensi karyawan yang efektif, seperti peningkatan gaji dan tunjangan, promosi berbasis kinerja, serta penciptaan lingkungan kerja yang inklusif dan mendukung.

4. Standarisasi Proses Bisnis

Identifikasi dan dokumentasikan proses-proses kunci dalam bisnis, termasuk proses akuntansi, produksi, dan layanan pelanggan.Pastikan bahwa setiap karyawan memahami dan mengikuti proses-proses ini dengan konsisten, dan berikan pelatihan jika diperlukan.

5. Pelaporan Finansial yang Tepat Waktu dan Akurat

Tetapkan jadwal yang ketat untuk penyusunan laporan keuangan dan pastikan bahwa semua tim terlibat dalam penyediaan informasi yang diperlukan. Gunakan sistem pelaporan keuangan yang terotomatisasi untuk mengurangi kesalahan manusia dan memastikan akurasi data.

Bersama Delegasi, kamu bisa menyusun laporan keuangan yang akurat hanya dengan beberapa langkah mudah. Ini memudahkanmu untuk mendapatkan wawasan berharga guna mencegah potensi masalah finansial.

6. Susun Rencana Darurat dan Analisis Risiko

Siapkan rencana darurat dan cadangan keuangan untuk mengatasi kemungkinan situasi darurat atau ketidakstabilan pasar yang dapat mempengaruhi arus kas dan profitabilitas bisnis. Lakukan analisis risiko secara teratur untuk mengidentifikasi potensi ancaman dan peluang, dan buat strategi mitigasi yang sesuai.

Melalui langkah-langkah ini kamu bisa meminimalkan risiko masalah finansial dan meningkatkan kesehatan keuangan bisnismu. Penting untuk diingat bahwa langkah-langkah ini harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan karena masalah-masalah finansial bisa muncul kapan saja saat kamu lengah!

FAQ

Apa perbedaan antara kwitansi dan invoice?

Kwitansi adalah dokumen yang menyatakan rekaman transaksi jual-beli sementara invoice merupakan dokumen tagihan pembayaran yang dibuat oleh penjual untuk pembeli. Kwitansi diberikan ketika pembeli sudah melunasi pembayaran sedangkan invoice diberikan ketika pembeli belum melakukan pembayaran.

Apakah nomor invoice penting?

Nomor invoice adalah bagian yang penting. Nomor ini terdiri dari sekumpulan angka unik sesuai dengan ketentuan perusahaan penerbit sesuai dengan urutan transaksi. Nomor invoice sangat berguna ketika kamu ingin melakukan pelacakan pembelian atau penjualan.

Siapa yang menerbitkan invoice?

Invoice diterbitkan oleh pihak yang menyediakan jasa atau barang. Dengan kata lain, invoice dibuat oleh penjual kemudian diserahkan kepada pembeli.

Kapan invoice dibuat?

Invoice dibuat oleh penjual sebagai dokumen tagihan. Oleh karena itu, invoice dibuat sebelum pembeli melakukan pembayaran. Invoice juga harus dibuat sebelum pembeli mengirim barang atau menyediakan jasa yang dibeli.