Manajemen Arus Kas Tanpa Pusing dengan Delegasi

Edukasi Bisnis

July 21, 2023

Krisna Prihantoro

Sebagai pemilik bisnis, memiliki pemahaman akan prinsip-prinsip dasar manajemen arus kas adalah hal yang amat penting. Ini melibatkan pemantauan setiap uang yang masuk dan keluar dari bisnis Anda, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya uang tunai yang Anda miliki.  

Dalam lingkungan bisnis yang cepat dan dinamis, manajemen arus kas menjadi semakin penting untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan ketahanan menghadapi tantangan keuangan. Ini karena kas atau uang tunai adalah salah satu aset bisnis yang paling penting.

Delegasi sebagai asisten keuangan virtual memiliki kemampuan untuk mengumpulkan dan menganalisis data keuangan, termasuk arus kas perusahaan Anda. Hanya dengan mengunggah nota pembelian dan informasi mutasi rekening, Delegasi akan menyajikan informasi yang lengkap dan akurat tentang laporan arus kas bisnis Anda.

Apa itu Manajemen Arus Kas?

Manajemen Arus Kas Tanpa Pusing dengan Delegasi

Manajemen arus kas adalah proses memantau, menganalisis, dan mengoptimalkan keluar masuknya uang tunai dalam sebuah bisnis. Ini memastikan bisnis Anda memiliki dana yang cukup untuk memenuhi berbagai kewajiban keuangan, seperti pembayaran tagihan, gaji, atau cicilan pinjaman.

Arus kas masuk adalah uang yang masuk ke bisnis, termasuk penjualan, bunga yang diperoleh dari investasi, dan kredit yang dibayarkan kepada perusahaan. Sementara arus kas keluar adalah uang yang dikeluarkan bisnis Anda, misalnya biaya pembelian bahan baku, sewa kios, biaya pengiriman, dan lain sebagainya.  

dalam laporan arus kas, bisnis disebut memiliki arus kas positif jika memiliki lebih banyak uang tunai pada akhir periode dibandingkan dengan awal periode. Ini menunjukkan bahwa bisnis memiliki lebih banyak uang tunai masuk daripada uang tunai keluar selama periode tersebut.

Di sisi lain, jika bisnis memiliki lebih sedikit uang tunai pada akhir periode dibandingkan dengan awal periode, maka disebut memiliki arus kas negatif. Ini menunjukkan bahwa bisnis mengeluarkan lebih banyak uang tunai daripada uang tunai yang masuk selama periode tersebut.

Manfaat Mengelola Manajemen Arus Kas Bersama Delegasi

Bersama Delegasi, Anda akan mendapatkan laporan arus kas yang terjamin keakuratanya. Dari laporan tersebut, Anda bisa melacak tiga jenis arus kas utama dalam bisnis Anda, yaitu arus kas operasional yang mencatat aliran uang tunai dari kegiatan operasional, arus kas investasi yang mencatat transaksi investasi, dan arus kas pendanaan yang mencatat aktivitas pendanaan bisnis Anda.  

Pemantauan yang teliti pada tiga jenis arus kas utama tersebut memberikan beragam maanfaat, meliputi:

Memprediksi Kekurangan Dana

Delegasi menyajikan laporan arus kas secara akurat yang membantu Anda mengetahui pola arus kas. Dengan begitu Anda bisa memperkirakan periode-periode di mana dana akan berkurang atau bahkan mungkin tidak mencukupi untuk memenuhi kewajiban keuangan.  

Dengan menggunakan data arus kas masa lalu dan perkiraan pendapatan dan pengeluaran masa depan, Anda dapat membuat proyeksi arus kas dengan lebih baik. Proyeksi ini akan membantu Anda melihat potensi kekurangan dana di masa mendatang sehingga Anda bisa mengambil langkah-langkah pencegahan atau mengantisipasi dampaknya.

Mengetahui Kapan Harus Berkembang

Pengelolaan manajemen arus kas yang baik memberi Anda gambaran pasti tentang berapa banyak uang yang bisa digunakan untuk pertumbuhan bisnis. Laporan laba rugi mungkin akan menunjukkan uang yang tersedia, namun uang dalam laporan tersebut belum tentu muncul secara nyata.  

Meningkatkan Akurasi Anggaran

Arus kas jauh lebih akurat daripada anggaran. Anggaran biasanya berisi keinginan dan optimisme Anda sebagai pemilik bisnis. Namun, proyeksi arus kas memberi tahu Anda apa yang benar-benar terjadi sehingga bisa menanganinya secara tepat, bahkan jika situasinya tidak sesuai dengan rencana awal tahun.

Anti Stres

Menelola manajemen arus kas bisa sangat menyita waktu dan pikiran. Kecemasan tentang pembayaran tagihan seringkali timbul dari ketidakjelasan tentang keadaan keuangan dan kekhawatiran apakah segala sesuatunya akan berjalan lancar.

Bersama Delegasi, Anda akan mengetahui kondisi arus kas secara pasti hanya dengan beberapa langkah sederhana. Hemat waktu dan tenaga, serta akan membuat Anda akan merasa lebih tenang dalam menghadapi tantangan.

Masalah Umum dalam Manajemen Arus Kas

Manajemen Arus Kas Tanpa Pusing

Sebagai aspek penting dalam pengelolaan keuangan bisnis, kadang muncul tantangan dan masalah yang bisa mempengaruhi arus kas bisnis Anda. Di bawah ini adalah beberapa masalah umum dalam manajemen arus kas.

Pendapatan yang Tidak Stabil

Salah satu masalah utama dalam manajemen arus kas adalah ketidakstabilan pendapatan. Bisnis dapat mengalami fluktuasi pendapatan yang signifikan dari waktu ke waktu, seperti musim yang lambat atau kehilangan pelanggan kunci. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam memperkirakan aliran kas masa depan dan mengelola pembayaran rutin seperti gaji, sewa, dan tagihan pemasok.

Biaya Tetap yang Tinggi

Biaya tetap adalah biaya yang tetap dan harus dibayarkan secara rutin, terlepas dari fluktuasi pendapatan. Jika bisnis menghadapi penurunan pendapatan, biaya tetap ini dapat menjadi beban yang berat dan dapat menyebabkan kesulitan dalam memenuhi kewajiban keuangan. Misalnya, biaya gaji, sewa kantor, atau pembayaran pinjaman.

Kredit Pelanggan yang Buruk

Ketika pelanggan gagal membayar tagihan tepat waktu, ini dapat berdampak negatif pada arus kas bisnis. Manajemen arus kas terganggu ketika tagihan yang belum dibayar mempengaruhi kemampuan bisnis untuk memenuhi kewajiban finansialnya sendiri. Oleh karena itu, penting untuk memiliki kebijakan yang jelas dalam hal penagihan dan memantau kredit pelanggan secara teratur.

Pengelolaan Stok yang Tidak Efisien

Persediaan yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan cash flow yang terjebak dalam stok barang yang tidak terjual atau terlalu banyak biaya persediaan. Terlalu banyak persediaan dapat menghabiskan kas yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan operasional lainnya. Sebaliknya, kurangnya persediaan dapat menyebabkan kehilangan penjualan potensial. Oleh karena itu, penting untuk mengoptimalkan pengelolaan persediaan untuk menjaga keseimbangan yang tepat.

Keterlambatan Membayar Pemasok

Jika bisnis Anda terlambat dalam membayar tagihan pemasok, ini dapat mempengaruhi hubungan bisnis dan menyebabkan denda atau penghentian pasokan. Keterlambatan pembayaran juga dapat menyebabkan reputasi bisnis yang buruk di antara pemasok, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi negosiasi harga dan persyaratan pembayaran di masa mendatang.

Delegasi sebagai asisten keuangan virtual dapat membantu menghindari berbagai masalah dalam manajemen arus kas. Delegasi dapat membantu Anda memantau arus kas secara rutin, menganalisis data arus kas, dan memberikan informasi yang akurat tentang kondisi keuangan perusahaan Anda.

Dengan bantuan Delegasi, Anda bisa melakukan proyeksi arus kas, mengidentifikasi potensi kekurangan dana di masa depan, dan membuat langkah-langkah pencegahan yang tepat. Cek di sini untuk mengetahui kemudahan dan manfaat yang bisa Delegasi berikan untuk bisnis Anda.

FAQ

Apa perbedaan antara kwitansi dan invoice?

Kwitansi adalah dokumen yang menyatakan rekaman transaksi jual-beli sementara invoice merupakan dokumen tagihan pembayaran yang dibuat oleh penjual untuk pembeli. Kwitansi diberikan ketika pembeli sudah melunasi pembayaran sedangkan invoice diberikan ketika pembeli belum melakukan pembayaran.

Apakah nomor invoice penting?

Nomor invoice adalah bagian yang penting. Nomor ini terdiri dari sekumpulan angka unik sesuai dengan ketentuan perusahaan penerbit sesuai dengan urutan transaksi. Nomor invoice sangat berguna ketika kamu ingin melakukan pelacakan pembelian atau penjualan.

Siapa yang menerbitkan invoice?

Invoice diterbitkan oleh pihak yang menyediakan jasa atau barang. Dengan kata lain, invoice dibuat oleh penjual kemudian diserahkan kepada pembeli.

Kapan invoice dibuat?

Invoice dibuat oleh penjual sebagai dokumen tagihan. Oleh karena itu, invoice dibuat sebelum pembeli melakukan pembayaran. Invoice juga harus dibuat sebelum pembeli mengirim barang atau menyediakan jasa yang dibeli.