Mengenal Sistem Pencatatan Akuntansi

Edukasi Bisnis

March 6, 2024

Krisna Prihantoro

Sistem pencatatan online telah menjadi salah satu inovasi penting dalam dunia akuntansi modern. Kemampuannya untuk mengotomatisasi dan menyederhanakan proses pencatatan keuangan telah mengubah cara bisnis dalam melacak dan mengelola keuangan secara efisien. 

Dengan hanya bermodal koneksi internet, kamu bisa dengan mudah mengakses dan memperbarui catatan keuangan dari mana saja dan kapan saja. Hal ini memungkinkan kamu memiliki visibilitas yang lebih besar atas keuangan bisnismu sehingga mampu membuat keputusan yang lebih cepat dan tepat berdasarkan informasi yang terkini.

Apa Itu Sistem Pencatatan Dalam Akuntansi?

Menurut Investopedia, catatan akuntansi adalah semua dokumen dan buku yang terlibat dalam penyusunan laporan keuangan atau catatan yang relevan untuk audit dan tinjauan keuangan. 

Sementara itu, sistem pencatatan merujuk pada serangkaian prosedur dan teknologi yang digunakan untuk merekam, mengorganisir, dan melacak semua transaksi keuangan sebuah entitas bisnis. 

Sistem pencatatan ini mencakup penggunaan aplikasi, software, atau solusi akuntansi lain seperti platform online yang memungkinkan bisnis untuk secara efisien mencatat setiap transaksi, termasuk pembelian, penjualan, pembayaran, dan penerimaan. 

Dengan sistem pencatatan akuntansi yang baik, bisnis dapat memastikan keakuratan dan ketepatan waktu informasi keuangan mereka, sehingga memudahkan proses pelaporan keuangan, analisis kinerja, dan kepatuhan terhadap peraturan akuntansi dan pajak. 

Fungsi Sistem Pencatatan Akuntansi

Setelah memahami apa itu sistem pencatatan akuntansi, selanjutnya kamu perlu memahami fungsi dari sistem tersebut. Pemahaman akan fungsi-fungsi di bawah ini membantu kamu mengerti bagaimana sistem pencatatan akuntansi berperan dalam operasi sehari-hari bisnis dan dampaknya terhadap pengambilan keputusan yang lebih baik.

Melacak pengeluaran bisnis

Sistem pencatatan akuntansi yang detail melacak pengeluaran sebuah bisnis dan membantu mengukur arus kasnya. Informasi ini membantu bisnis merencanakan hal-hal seperti peningkatan dan ekspansi, serta meningkatkan efisiensi pengeluaran dengan menemukan area di mana bisnis mungkin mengeluarkan terlalu banyak sumber daya.

Memproyeksikan Pendapatan Potensial

Pemilik bisnis dapat menggunakan catatan akuntansi untuk memproyeksikan pendapatan potensial sebuah bisnis selama satu bulan, satu kuartal, dan satu tahun. Ini dapat dilakukan dengan menggali informasi seperti tingkat keuntungan masa lalu, biaya bisnis, dan proyeksi penjualan.

Merencanakan Peningkatan dan Perubahan Bisnis

Catatan akuntansi dapat digunakan sebagai acuan untuk merencanakan peningkatan dan perubahan bisnis. Misalnya, sebuah bisnis dapat membandingkan anggaran mereka dengan biaya suatu investasi untuk memutuskan apakah investasi ini masuk akal secara finansial.

Membantu Mempersiapkan Pajak

Bisnis menggunakan catatan akuntansi yang detail untuk mempersiapkan pembayaran pajak. Informasi yang didapat dalam sebuah sistem pencatatan yang baik, membantu meningkatkan akurasi pajak dan dapat membantu bisnis mendapatkan lebih banyak uang dari pengembalian pajak potensial serta meminimalkan pembayaran pajak yang tidak perlu.

Baca juga: Mengenal Metode Pencatatan Akuntansi dan Fungsinya untuk Bisnis

Jenis-jenis Catatan dalam Akuntansi

Untuk melacak berbagai informasi keuangan yang vital bagi kelangsungan sebuah bisnis, terdapat sejumlah catatan akuntansi yang harus dipertimbangkan. Catatan-catatan ini tidak hanya membantu dalam mencatat transaksi keuangan, tetapi juga memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam tentang kesehatan keuangan perusahaan. Berikut adalah beberapa jenis catatan akuntansi yang penting untuk diperhatikan:

1. Transaksi

Catatan transaksi memberikan informasi keuangan yang detail yang membahas setiap pembelian atau penjualan yang dilakukan oleh bisnis. Sebagai contoh, catatan transaksi dapat mencakup nama item yang dibeli, nilai, penyusutan, perbaikan, biaya pengiriman, dan pemeliharaan. 

2. Jurnal

Bisnis menyimpan jurnal secara detail yang melacak transaksi sebuah bisnis di berbagai divisi dan departemen. Sebagai contoh, departemen penjualan untuk produk tertentu dapat menyimpan jurnal yang membahas setiap penjualan produk atau layanan yang dilakukannya. 

3. Buku Besar Umum

Buku besar ini bisa digunakan saat bisnis ingin mengumpulkan informasi akuntansi dari jurnal dan catatan lainnya. Buku besar mencakup beberapa daftar yang menguraikan transaksi bisnis dan membantu mengkategorikannya secara berurutan sebelum menyusun laporan keuangan apa pun. 

4. Neraca Uji

Catatan neraca uji menghitung semua kredit dan debet yang tersedia dalam siklus bisnis, seperti bulan, kuartal, atau tahun. Bisnis dapat menyusun catatan ini berdasarkan jurnal dan buku besar dan menggunakan catatan ini untuk menyeimbangkan entri keuangan. 

5. Laporan Keuangan

Semua informasi keuangan bisnis dan catatan akuntansi menjadi laporan keuangan yang berperan penting dalam membantu bisnis mereka membuat keputusan keuangan yang lebih baik. Laporan keuangan tidak hanya menjadi alat internal untuk mengukur kesehatan keuangan perusahaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memberikan transparansi kepada pemangku kepentingan eksternal.

Solusi akuntansi seperti Delegasi bisa membantu bisnis mengelola catatan keuangan mereka dengan lebih efisien dan akurat. Dengan fitur-fitur otomatisasi dan integrasi yang ditawarkan oleh platform ini, perusahaan dapat menyederhanakan proses pencatatan, mempercepat pembuatan laporan, dan meningkatkan ketepatan waktu informasi keuangan. 

Delapan Langkah Dalam Siklus Akuntansi

Siklus akuntansi adalah serangkaian langkah-langkah yang harus kamu lakukan untuk mengelola catatan keuangan bisnismu secara efektif dan teratur. Delapan langkah dalam siklus ini meliputi:

Identifikasi Transaksi

Langkah pertama dalam siklus akuntansi adalah mengidentifikasi transaksi. Bisnismu akan memiliki banyak transaksi selama siklus akuntansi. Setiap transaksi harus dicatat dengan benar di buku bisnis.

Merekam Transaksi dalam Jurnal

Langkah kedua dalam siklus adalah pembuatan entri jurnal untuk setiap transaksi. Teknologi seperti Delegasi dapat membantumu memproses langkah ini hanya dengan mengirimkan nota transaksi. 

Posting

Setelah dicatat sebagai entri jurnal, transaksi harus diposting ke rekening dalam buku besar. Buku besar memberikan pemecahan dari semua aktivitas akuntansi berdasarkan rekening. Ini memungkinkan kamu untuk memantau posisi dan status keuangan berdasarkan rekening.

Neraca Uji yang Belum Disesuaikan

Pada akhir periode akuntansi, neraca uji dihitung sebagai langkah keempat dalam siklus akuntansi. Neraca uji memberitahu bisnis saldo yang belum disesuaikan dalam setiap rekening. 

Lembar Kerja

Menganalisis lembar kerja dan mengidentifikasi entri penyesuaian adalah langkah kelima dalam siklus. Lembar kerja dibuat dan digunakan untuk memastikan bahwa kredit dan debit seimbang. Jika ada ketidakcocokan maka penyesuaian akan perlu dilakukan.

Entri Jurnal Penyesuaian

Entri jurnal penyesuaian dicatat saat diperlukan untuk memperbaiki catatan keuangan yang telah dibuat sebelumnya. Ini diperlukan untuk mengakomodasi perubahan atau kejadian yang terjadi di antara periode pelaporan yang berbeda, seperti akhir bulan atau tahun. 

Laporan Keuangan

Setelah membuat semua entri penyesuaian, kamu bisa menghasilkan laporan keuangan pada langkah ketujuh. Laporan ini akan mencakup laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas.

Menutup Buku

Sebuah siklus akuntansi diakhiri dengan menutup buku pada akhir hari dan tanggal penutupan yang ditentukan. Laporan penutupan memberikan analisis kinerja selama periode tersebut.

Setelah penutupan, siklus akuntansi dimulai kembali dari awal dengan periode pelaporan yang baru. Penutupan biasanya adalah waktu yang tepat untuk mengajukan dokumen, merencanakan untuk periode pelaporan berikutnya, dan meninjau kalender acara dan tugas masa depan.

Asisten keuangan virtual Delegasi membantumu menyingkat langkah-langkah dalam siklus akuntansi secara praktis dengan otomatisasi dan integrasi yang canggih. ni memungkinkan kamu untuk fokus pada strategi bisnismu, sementara Delegasi mengurus tugas-tugas administratif yang memakan waktu.

FAQ

Apa perbedaan antara kwitansi dan invoice?

Kwitansi adalah dokumen yang menyatakan rekaman transaksi jual-beli sementara invoice merupakan dokumen tagihan pembayaran yang dibuat oleh penjual untuk pembeli. Kwitansi diberikan ketika pembeli sudah melunasi pembayaran sedangkan invoice diberikan ketika pembeli belum melakukan pembayaran.

Apakah nomor invoice penting?

Nomor invoice adalah bagian yang penting. Nomor ini terdiri dari sekumpulan angka unik sesuai dengan ketentuan perusahaan penerbit sesuai dengan urutan transaksi. Nomor invoice sangat berguna ketika kamu ingin melakukan pelacakan pembelian atau penjualan.

Siapa yang menerbitkan invoice?

Invoice diterbitkan oleh pihak yang menyediakan jasa atau barang. Dengan kata lain, invoice dibuat oleh penjual kemudian diserahkan kepada pembeli.

Kapan invoice dibuat?

Invoice dibuat oleh penjual sebagai dokumen tagihan. Oleh karena itu, invoice dibuat sebelum pembeli melakukan pembayaran. Invoice juga harus dibuat sebelum pembeli mengirim barang atau menyediakan jasa yang dibeli.