Bagaimana Cara Delegasi Membantu Mengelola Keuangan Bisnis Lebih Efisien?

Edukasi Bisnis

August 23, 2023

Hanna Khairunnisa

Mengelola keuangan bisnis dengan efisien adalah kunci keberhasilan dalam menjaga kesehatan finansial bisnis Anda. Tidak hanya membantu dalam menghindari masalah keuangan yang berpotensi merugikan, tetapi juga memungkinkan pemilik bisnis untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Dalam artikel, Delegasi akan menjelaskan bagaimana kami dapat membantu keuangan bisnis Anda menjadi lebih efisien.

Cara Mengelola Keuangan Bisnis dengan Efisien

Mengelola keuangan bisnis yang baik diperlukan keahlian khusus, hal ini agar setiap perhitungan tidak menimbulkan kesalahan yang dapat mempengaruhi perkembangan dan strategi bisnis di masa depan. Berikut ini adalah cara mengelola keuangan bisnis dengan tepat.

1. Pemisahan Keuangan Pribadi dan Bisnis

Langkah pertama yang sangat penting adalah memisahkan keuangan pribadi dan bisnis. Buka rekening bank terpisah untuk bisnis Anda dan hindari menggunakan dana pribadi untuk keperluan bisnis. Ini tidak hanya membantu melacak arus kas dengan lebih baik, tetapi juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan bisnis.

2. Membuat Rencana Anggaran yang Realistis

Membuat rencana anggaran yang realistis adalah pondasi utama dalam mengelola keuangan bisnis dengan efisien. Identifikasi semua pengeluaran dan pemasukan yang mungkin, termasuk biaya tetap dan variabel. Tetapkan prioritas dalam pengeluaran dan pastikan anggaran mencerminkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang pemilik bisnis.

3. Pemantauan Arus Kas Secara Rutin

Memantau arus kas secara rutin adalah langkah penting dalam menghindari masalah likuiditas. Ketahui kapan arus kas masuk dan keluar, dan identifikasi tren atau pola yang mungkin memerlukan penyesuaian. Ini membantu Anda merespon dengan cepat terhadap perubahan kondisi keuangan.

4. Mengelola Utang dengan Bijak

Jika bisnis Anda memiliki utang, kelola dengan bijaksana. Pastikan pembayaran utang tepat waktu untuk menghindari denda dan mempertahankan hubungan baik dengan kreditur. Pertimbangkan untuk merundingkan kembali persyaratan utang jika diperlukan, terutama jika Anda menghadapi kesulitan keuangan.

5. Membuat Rencana Investasi yang Cermat

Investasi yang cermat dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan bisnis Anda. Identifikasi peluang investasi yang sesuai dengan profil risiko pemilik bisnis Anda. Ini bisa berupa investasi dalam peningkatan operasional, pengembangan produk, atau bahkan diversifikasi bisnis.

6. Pemantauan dan Analisis Keuangan

Lakukan pemantauan dan analisis keuangan secara teratur. Gunakan laporan keuangan untuk mendapatkan wawasan tentang kesehatan finansial bisnis Anda. Analisis rasio keuangan seperti rasio likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas membantu Anda memahami kinerja bisnis secara mendalam.

7. Cadangan Dana Darurat

Selalu siapkan cadangan dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga seperti penurunan pendapatan atau biaya tak terduga. Dana darurat membantu menjaga likuiditas dan mengurangi dampak keuangan dari ketidakpastian.

8. Automatisasi Proses Keuangan

Manfaatkan teknologi untuk mengotomatisasi beberapa proses keuangan, seperti pembayaran tagihan dan pembukuan. Ini mengurangi risiko kesalahan manusia dan menghemat waktu yang dapat dialokasikan untuk kegiatan lain yang bernilai tambah.

9. Negosiasi dengan Pemasok dan Mitra Bisnis

Jangan ragu untuk bernegosiasi dengan pemasok dan mitra bisnis untuk mendapatkan kesepakatan yang lebih menguntungkan. Ini bisa berupa diskon pembelian dalam jumlah besar atau persyaratan pembayaran yang lebih fleksibel.

10. Akuntan yang Kompeten

Terakhir, pastikan Anda memiliki akuntan yang kompeten. Pekerjakan atau kembangkan staf yang memiliki pemahaman yang baik tentang akuntansi, perpajakan, dan manajemen keuangan. Tim yang kuat akan membantu Anda mengelola keuangan dengan lebih efisien dan akurat.

Namun, membayar tim keuangan yang profesional membutuhkan dana yang tidak sedikit. Delegasi hadir membantu Anda dalam mengelola keuangan bisnis Anda dengan harga yang lebih murah, namun dengan hasil yang memuaskan.

Manfaat Pengelolaan Keuangan untuk Bisnis

Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, bisnis dapat menghadapi berbagai masalah. Sebaliknya, dengan menerapkan praktik pengelolaan keuangan yang tepat, bisnis dapat meraih berbagai manfaat yang signifikan. Berikut ini adalah beberapa manfaat utama dari pengelolaan keuangan yang efektif untuk bisnis.

1. Stabilitas Keuangan

Pengelolaan keuangan yang efektif membantu bisnis menjaga stabilitas finansial. Dengan mengelola arus kas dengan cermat, bisnis dapat menghindari masalah likuiditas dan mengatasi tantangan finansial yang tak terduga. Ini memungkinkan bisnis untuk tetap beroperasi tanpa harus menghadapi kesulitan keuangan yang berpotensi merugikan reputasi dan pertumbuhan jangka panjang.

2. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik

Pengelolaan keuangan yang baik menyediakan data yang diperlukan untuk pengambilan keputusan yang tepat. Dengan pemahaman yang jelas tentang posisi keuangan bisnis, pemilik dan manajer dapat membuat keputusan yang informasinya didasarkan pada fakta dan angka. Ini membantu menghindari keputusan impulsif atau berdasarkan perkiraan semata.

3. Perencanaan Keuangan yang Tepat

Pengelolaan keuangan yang efektif melibatkan perencanaan anggaran yang matang. Bisnis yang memiliki anggaran yang baik dapat mengalokasikan sumber daya dengan bijak, mengidentifikasi area-area di mana pengeluaran dapat dikurangi atau dioptimalkan, dan merencanakan investasi untuk pertumbuhan jangka panjang.

4. Mengurangi Risiko Keuangan

Pengelolaan keuangan yang baik membantu bisnis mengurangi risiko keuangan. Dengan memantau arus kas, mengelola utang, dan merencanakan cadangan dana darurat, bisnis dapat melindungi diri dari kemungkinan guncangan ekonomi atau situasi tak terduga lainnya.

5. Peningkatan Efisiensi Operasional

Dengan memahami secara jelas bagaimana dana mengalir dalam bisnis, manajer dapat mengidentifikasi area-area yang mungkin memerlukan peningkatan efisiensi. Ini dapat mencakup pengurangan biaya produksi, peningkatan proses operasional, atau pengoptimasian rantai pasok.

6. Kemampuan Mengelola Pertumbuhan

Pengelolaan keuangan yang efektif memberikan bisnis kemampuan untuk mengelola pertumbuhan. Dengan mengelola arus kas dan keuangan dengan baik, bisnis dapat merencanakan ekspansi, investasi dalam pengembangan produk atau layanan baru, dan memperluas ke pasar yang lebih luas.

7. Kepercayaan Investor dan Kreditor

Bisnis yang memiliki pengelolaan keuangan yang transparan dan konsisten cenderung lebih dipercayai oleh investor dan kreditor. Ini membuka peluang untuk mendapatkan pendanaan tambahan atau pinjaman dengan syarat yang lebih baik.

8. Pengelolaan Pajak yang Efisien

Pengelolaan keuangan yang baik juga berdampak pada pengelolaan pajak yang lebih efisien. Dengan memahami kewajiban pajak dan mencari peluang pengurangan pajak yang sah, bisnis dapat menghindari masalah hukum dan mengurangi beban pajak yang tidak perlu.

Perlukah Menyewa Jasa Akuntansi untuk Bisnis?

Keuangan yang baik dan teratur merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kesehatan dan kelangsungan usaha. Untuk itu, perlunya jasa akuntasi dalam mengelola keuangan bisnis tidak bisa diabaikan. Alasan berikut menjelaskan mengapa jasa akuntasi sangat penting dan berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas finansial pemilik bisnis.

1. Profesionalisme dan Keahlian Khusus

Jasa akuntasi disediakan oleh para profesional yang memiliki keahlian khusus dalam bidang akuntansi dan keuangan. Mereka memiliki pengetahuan mendalam tentang standar akuntansi yang berlaku, peraturan perpajakan, serta prinsip-prinsip yang mengatur pelaporan keuangan. Dengan demikian, pengelolaan keuangan bisnis akan lebih akurat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2. Meningkatkan Transparansi

Transparansi dalam pengelolaan keuangan sangat penting, baik untuk internal pemilik bisnis maupun untuk pihak eksternal seperti investor, pemegang saham, atau pihak berkepentingan lainnya. Jasa akuntasi membantu dalam menyusun laporan keuangan yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami. Dengan adanya laporan keuangan yang transparan, pemilik bisnis dapat memperoleh kepercayaan dari pihak-pihak yang berkepentingan.

3. Menghindari Pelanggaran Hukum dan Perpajakan

Ketika bisnis berkembang, regulasi hukum dan perpajakan akan semakin kompleks. Salah perhitungan atau kesalahan pelaporan keuangan dapat berpotensi menimbulkan masalah hukum dan sanksi perpajakan yang merugikan pemilik bisnis. Dengan menggunakan jasa akuntasi, pemilik bisnis dapat memastikan bahwa semua aspek hukum dan perpajakan telah diikuti dengan benar, menghindari risiko masalah hukum di masa depan.

4. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik

Laporan keuangan yang disusun dengan baik oleh jasa akuntasi akan memberikan informasi yang akurat tentang kinerja keuangan pemilik bisnis. Ini sangat penting dalam proses pengambilan keputusan strategis. Dengan informasi yang tepat, manajemen dapat merencanakan langkah-langkah yang lebih efektif untuk pertumbuhan bisnis, alokasi sumber daya yang tepat, serta mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan.

5. Efisiensi Operasional

Mengelola keuangan bisnis bukan hanya soal menghitung pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga memerlukan analisis dan pengelolaan yang cermat. Jasa akuntasi membantu menyusun anggaran, merencanakan arus kas, dan memantau pengeluaran agar tetap sesuai dengan rencana. Ini membantu pemilik bisnis menjaga efisiensi operasional dan menghindari pemborosan.

Cara Delegasi Membantu Mengelola Keuangan Bisnis Anda

Pengelolaan keuangan yang efektif adalah kunci utama kesuksesan bisnis. Memahami laporan keuangan adalah langkah penting untuk mengukur kesehatan finansial pemilik bisnis Anda. Delegasi dapat membantu Anda mengelola keuangan bisnis dengan akurat melalui analisis yang mendalam. Berikut ini adalah 3 laporan keuangan yang Anda dapatkan melalui Delegasi.

1. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah gambaran tentang pendapatan, biaya, dan laba bersih pemilik bisnis selama periode tertentu. Kami menganalisis laporan ini untuk:

• Mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan utama dan mengukur pertumbuhannya dari waktu ke waktu.

• Mengidentifikasi biaya-biaya utama yang mempengaruhi profitabilitas bisnis Anda.

• Menghitung margin laba kotor dan margin laba bersih untuk mengevaluasi efisiensi operasional.

• Menilai kinerja bisnis dengan membandingkan data laba rugi antara periode yang berbeda.

Dengan menganalisis laporan laba rugi, kami membantu Anda mengenali area-area potensial di mana pengeluaran dapat dioptimalkan, serta mengidentifikasi strategi untuk meningkatkan pendapatan dan mengelola biaya dengan lebih baik.

2. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah gambaran tentang aliran masuk dan keluar uang tunai dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan. Kami menganalisis laporan ini untuk:

• Memahami bagaimana arus kas masuk dan keluar berpengaruh pada likuiditas bisnis Anda.

• Mengidentifikasi sumber dan penggunaan utama dari arus kas.

• Menilai apakah bisnis memiliki cukup likuiditas untuk mengatasi kewajiban finansialnya.

• Menilai kecukupan arus kas untuk mendukung rencana investasi dan ekspansi.

Melalui analisis laporan arus kas, kami membantu Anda mengelola risiko likuiditas dan memastikan bahwa bisnis memiliki cukup sumber daya finansial untuk menghadapi tantangan yang mungkin muncul.

3. Laporan Neraca

Laporan neraca memberikan gambaran tentang aset, kewajiban, dan ekuitas pemilik bisnis pada suatu titik waktu. Kami menganalisis laporan ini untuk:

• Mengukur kesehatan keuangan jangka panjang bisnis Anda.

• Mengidentifikasi aset yang dimiliki pemilik bisnis dan kewajiban yang harus dibayarkan.

• Menghitung rasio keuangan penting seperti rasio utang terhadap ekuitas dan rasio likuiditas.

• Melacak perubahan dalam ekuitas pemilik bisnis dari waktu ke waktu.

Melalui analisis laporan neraca, kami membantu Anda memahami struktur keuangan pemilik bisnis Anda, menilai risiko terkait utang, dan merencanakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Analisis Bisnis dengan Delegasi

Selain laporan keuangan, Delegasi juga memberikan analisis bisnis secara mendalam. Hal ini dapat membantu Anda menyusun strategi bisnis untuk jangka panjang. Berikut ini layanan yang akan Anda dapatkan dengan Delegasi.

1. Kontrol Pemakaian Bahan Baku

Pemakaian bahan baku yang efisien adalah faktor kunci dalam mengurangi biaya produksi dan meningkatkan profitabilitas. Tim analis kami akan melakukan analisis mendalam terhadap pemakaian bahan baku Anda, mengidentifikasi area di mana pengurangan atau pengoptimalan dapat dicapai tanpa mengorbankan kualitas produk.

2. Menu Engineering

Mengetahui menu yang tepat untuk ditawarkan kepada pelanggan merupakan langkah awal menuju kesuksesan bisnis. Layanan kami akan membantu Anda menganalisis menu Anda berdasarkan profitabilitas, popularitas, dan kontribusi terhadap laba. Hal ini akan membantu Anda mengambil keputusan strategis dalam mengembangkan dan mempromosikan menu yang paling menguntungkan.

3. HPP Real per Menu

Menghitung HPP yang akurat per menu adalah langkah penting dalam menetapkan harga yang tepat untuk produk Anda. Kami akan mengidentifikasi HPP untuk masing-masing menu, mempertimbangkan biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead lainnya, sehingga Anda dapat menetapkan harga yang menghasilkan keuntungan optimal.

4. Estimasi Cash untuk Bagi Hasil

Bagi bisnis yang berbasis bagi hasil, mengestimasi pendapatan dan pembagian bagi hasil yang adil adalah penting. Layanan kami akan membantu Anda merumuskan sistem pembagian yang sesuai dengan kontribusi masing-masing pihak serta menghitung estimasi cash flow yang dihasilkan.

5. Pareto Biaya Bahan Baku

Analisis Pareto membantu Anda mengidentifikasi bahan baku atau komponen yang berkontribusi paling besar terhadap biaya produksi. Dengan informasi ini, Anda dapat mengarahkan usaha pengurangan biaya pada area yang paling signifikan.

6. Profit per Channel Penjualan

Memahami kanal penjualan yang paling menguntungkan membantu Anda mengalokasikan sumber daya dengan bijak. Layanan kami akan menganalisis profitabilitas per kanal penjualan, membantu Anda fokus pada cara yang paling menghasilkan.

7. Rekomendasi Rasio Biaya Ideal

Setiap bisnis memiliki rasio biaya yang ideal berdasarkan industri dan skala operasional. Delegasi akan memberikan rekomendasi rasio biaya yang sesuai dengan karakteristik bisnis Anda, membantu Anda mencapai efisiensi yang optimal.

8. Panduan Menentukan Target Penjualan

Menetapkan target penjualan yang realistis merupakan langkah penting dalam perencanaan bisnis. Layanan kami akan membantu Anda menganalisis data historis, tren pasar, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi penjualan, sehingga Anda dapat menetapkan target yang akurat.

9. Penghitungan BEP, Payback Period, dan ROI

Kami akan membantu Anda menghitung BEP, payback period, dan ROI dari hasil investasi bisnis Anda. Ini memberi Anda gambaran jelas tentang kapan investasi akan menghasilkan keuntungan dan seberapa besar potensi pengembalian.

Delegasi menggabungkan analisis mendalam laporan laba rugi, arus kas, dan neraca untuk membantu Anda mengambil keputusan keuangan yang cerdas dan strategis. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang posisi keuangan bisnis Anda, Anda dapat merencanakan langkah-langkah yang tepat untuk mengelola risiko, meningkatkan profitabilitas, dan meraih pertumbuhan berkelanjutan. Jika Anda ingin mengoptimalkan keuangan bisnis Anda, Delegasi siap membantu Anda mengambil langkah selanjutnya menuju kesuksesan finansial.

FAQ

Apa perbedaan antara kwitansi dan invoice?

Kwitansi adalah dokumen yang menyatakan rekaman transaksi jual-beli sementara invoice merupakan dokumen tagihan pembayaran yang dibuat oleh penjual untuk pembeli. Kwitansi diberikan ketika pembeli sudah melunasi pembayaran sedangkan invoice diberikan ketika pembeli belum melakukan pembayaran.

Apakah nomor invoice penting?

Nomor invoice adalah bagian yang penting. Nomor ini terdiri dari sekumpulan angka unik sesuai dengan ketentuan perusahaan penerbit sesuai dengan urutan transaksi. Nomor invoice sangat berguna ketika kamu ingin melakukan pelacakan pembelian atau penjualan.

Siapa yang menerbitkan invoice?

Invoice diterbitkan oleh pihak yang menyediakan jasa atau barang. Dengan kata lain, invoice dibuat oleh penjual kemudian diserahkan kepada pembeli.

Kapan invoice dibuat?

Invoice dibuat oleh penjual sebagai dokumen tagihan. Oleh karena itu, invoice dibuat sebelum pembeli melakukan pembayaran. Invoice juga harus dibuat sebelum pembeli mengirim barang atau menyediakan jasa yang dibeli.