3 Komponen Neraca yang Pebisnis Wajib Pahami

Akuntansi & Keuangan

July 21, 2023

Krisna Prihantoro

Neraca adalah salah satu laporan keuangan akhir yang  perlu disusun oleh sebuah bisnis. Laporan ini berisi komponen neraca yang penting yaitu tentang apa yang dimiliki oleh bisnis, apa kewajiban yang dimiliki, dan berapa banyak modal yang dimiliki oleh bisnis tersebut.

Dengan adanya neraca, Anda sebagai pemilik bisnis bisa memahami bagaimana performa bisnis Anda dalam titik waktu tertentu. Laporan ini juga membantu Anda dalam menghitung rasio keuangan dan memberikan gambaran lebih jelas tentang keuangan bisnis, termasuk berapa banyak hutang yang dimiliki dan berapa banyak dana yang harus diterima dari pelanggan.

3 Komponen Neraca

3 Komponen Neraca

Sebagai salah satu dari tiga laporan keuangan utama selain laporan laba rugi dan laporan arus kas, neraca memungkinkan Anda menyadari apa yang dimiliki dan kewajiban bisnis Anda. Karenanya, komponen neraca terdiri dari tiga pilar utama yaitu aset, liabilitas dan ekuitas.

Aset

Aset adalah segala sesuatu yang dimiliki oleh perusahaan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat memberikan manfaat di masa depan. Dalam bisnis dapat komponen neraca ini bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu aset lancar dan aset jangka panjang.  

Aset lancar adalah aset yang mudah diubah menjadi uang tunai dalam waktu singkat, biasanya dalam satu tahun atau dalam siklus operasional bisnis. Siklus operasional adalah waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk mengubah investasi dalam persediaan menjadi uang tunai. Beberapa contoh aset lancar termasuk uang tunai, stok bahan baku, dan lain sebagainya.

Sementara itu, aset jangka panjang adalah aset fisik yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan untuk jangka waktu lebih dari satu tahun. Aset ini tidak dijual kepada pelanggan perusahaan. Aset jangka panjang dapat berupa aset berwujud seperti real estat dan peralatan, atau aset tak berwujud seperti paten dan hak cipta.

Liabititas

Liabilitas adalah kewajiban finansial atau tanggung jawab bisnis Anda terhadap pihak lain yang timbul dari transaksi atau peristiwa masa lalu. Ini bisa dikatakan sebagai hutang atau tanggung jawab perusahaan yang harus diselesaikan dengan pembayaran atau pemberian nilai ekonomi kepada pihak tersebut.

Selain aset, liabilitas merupakan komponen neraca yang juga dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu liabilitas lancar dan liabilitas jangka panjang. Liabilitas lancar adalah pembayaran yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk operasi sebelumnya. Untuk memenuhi kewajiban ini, perusahaan menggunakan aset lancar yang dimilikinya atau membuat kewajiban lancar baru. Contohnya adalah utang usaha dan utang jangka pendek.

Sementara itu, liabilitas jangka panjang adalah kewajiban yang tidak memerlukan penggunaan aset lancar atau pembuatan kewajiban lancar. Beberapa contoh kewajiban jangka panjang adalah hutang jangka panjang dan obligasi.

Ekuitas

Ini adalah komponen neraca berupa laba yang kemungkinan akan Anda dan pemegang saham terima. Ekuitas adalah selisih antara total aset dan total liabilitas bisnis Anda. Hasilnya menunjukkan seberapa menguntungkannya bisnis tersebut bagi Anda, yang mengindikasikan potensi keuntungan untuk berkembang di masa depan.

Cara Kerja Neraca

Seperti laporan keuangan lainnya, Neraca mengikuti sistem akuntansi double entry, di mana setiap transaksi memiliki dua efek yang sama dan berlawanan. Misalnya, ketika perusahaan membeli peralatan (aset), nilai peralatan akan ditambahkan ke bagian aset neraca, namun untuk membayarnya, uang tunai akan dikurangi dari bagian aset juga.  

Jadi, laporan ini akan selalu seimbang karena setiap perubahan dalam komponen neraca memiliki efek yang sama pada kedua bagian aset dan liabilitas. Ini berarti bahwa setiap Neraca akan patuh pada persamaan akuntansi:

Aset = Liabilitas + Ekuitas

Cara Menyusun Neraca

Untuk bisnis besar dan atau perusahaan yang diperdagangkan di pasar publik, neraca biasanya disusun oleh sebuah tim keuangan. Sementara untuk bisnis kecil dan menengah. neraca biasanya disusun sendiri oleh pemilik bisnis karena keterbatasan sumber daya.

Jika Anda adalah pemilik bisnis, Anda mungkin akan menghadapai sedikit tantangan apabila tidak memiliki dasar pengetahuan akuntansi. Delegasi sebagai asisten keuangan virtual telah memiliki banyak pengalaman dalam membantu penyusunan laporan Neraca bagi bisnis kecil dan menengah.

Jelajahi bagaimana Delegasi dapat menyusun Neraca bisnis Anda secara akurat dengan cara yang sederhana dan biaya layanan yang terjangkau di sini.

Pentingnya Penyusunan Neraca yang Akurat

Komponen Neraca

Melalui laporan neraca yang akurat, Anda akan mendapatkan banyak wawasan  berharga. Berikut ini adalah beberapa wawasan penting yang dapat diperoleh melalui laporan ini.

Likuiditas

Indikator ini digunakan untuk mengukur seberapa cepat sebuah bisnis dapat mengonversi aset yang ada menjadi uang tunai. Semakin tinggi likuiditas bisnis, maka akan semakin banyak uang tunai yang segera dapat digunakan kembali.

Biasanya, likuiditas perusahaan diukur menggunakan rasio likuiditas. Rasio ini adalah ukuran kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban lancar. Di sisi lain, jika sebuah bisnis memiliki likuiditas yang terlalu tinggi, ini bisa berarti bahwa bisnis Anda tidak mampu memanfaatkan uang tunai dengan baik.  

Profitabilitas

Profitabilitas adalah ukuran kemampuan sebuah bisnis untuk menghasilkan keuntungan dari pendapatannya. Profitabilitas yang tinggi menunjukan bahwa bisnis Anda mampu menyeimbangkan pendapatan dan biaya untuk menghasilkan keuntungan.

Sebuah bisnis dikatakan menguntungkan jika pendapatannya melebihi biaya yang dikeluarkan. Faktor utama yang mempengaruhi profitabilitas adalah pendapatan, biaya, permintaan, persaingan, dan kondisi ekonomi secara umum.

Solvensi

Solvensi adalah indikator yang menunjukkan bahwa bisnis Anda mampu memenuhi salah kewajiban. Seperti dijelaskan sebelumnya, kewajiban atau liabilitas menjadi salah satu komponen neraca yang utama.  

Tingkat solvensi yang baik berarti bahwa bisnis Anda mampu mengelola operasi tanpa risiko likuidasi atau kebangkrutan. Solvensi yang rendah berarti bahwa bisnis Anda memiliki resiko besar gagal membayar pinjaman jangka panjang. Dalam kasus yang lebih ekstrem hal ini mungkin harus memaksa Anda untuk menyatakan kebangkrutan.

Dari penjelasan tentang komponen neraca di atas, dapat disimpulkan bahwa laporan ini sangat penting dalam menilai kesehatan keuangan bisnis Anda. Melalui neraca yang akurat, Anda dapat mengevaluasi likuiditas, profitabilitas, dan solvensi Bisnis Anda. Sehingga Anda dapat mengidentifikasi seberapa likuid bisnis Anda untuk mengatasi tantangan keuangan di masa depan.

Jadi, jangan biarkan laporan neraca yang tidak akurat menghalangi pertumbuhan bisnis Anda. Dapatkan bantuan asisten keuangan virtual Degegasi sekarang juga dan pastikan laporan neraca bisnis Anda ditangani dengan baik.

FAQ

Apa perbedaan antara kwitansi dan invoice?

Kwitansi adalah dokumen yang menyatakan rekaman transaksi jual-beli sementara invoice merupakan dokumen tagihan pembayaran yang dibuat oleh penjual untuk pembeli. Kwitansi diberikan ketika pembeli sudah melunasi pembayaran sedangkan invoice diberikan ketika pembeli belum melakukan pembayaran.

Apakah nomor invoice penting?

Nomor invoice adalah bagian yang penting. Nomor ini terdiri dari sekumpulan angka unik sesuai dengan ketentuan perusahaan penerbit sesuai dengan urutan transaksi. Nomor invoice sangat berguna ketika kamu ingin melakukan pelacakan pembelian atau penjualan.

Siapa yang menerbitkan invoice?

Invoice diterbitkan oleh pihak yang menyediakan jasa atau barang. Dengan kata lain, invoice dibuat oleh penjual kemudian diserahkan kepada pembeli.

Kapan invoice dibuat?

Invoice dibuat oleh penjual sebagai dokumen tagihan. Oleh karena itu, invoice dibuat sebelum pembeli melakukan pembayaran. Invoice juga harus dibuat sebelum pembeli mengirim barang atau menyediakan jasa yang dibeli.